TARIAN PEMIMPIN

Keriuhan politik dengan serbuan media sosial, membuat kita mengalami tsunami informasi. Padahal informasilah yang membuat kita  belajar dan bahkan mengambil keputusan untuk bertindak. Malangnya, gelombang informasi, seringkali membuat kita hanya “melihat” dalam kerangka “saat ini dan disini,” larut dalam gelombang perubahan. Pada saat inilah, PEMIMPIN SEJATI muncul dengan VISI arah perubahan. Ia mampu mengajak sebanyak mungkin orang, hadir dan berjalan bersama, serta memandu perjalanan ke arah tempat yang diidamkan. Ketika pemimpin hanya melihat “saat ini dan disini” maka keputusannya cenderung reaksioner, tidak mengarah pada visi yang dituju, memberi solusi jangka pendek namun memanen masalah di kemudian hari. Ki Lurah, di saat seperti inilah kami menanti kehadiranmu, jangan terlalu lama kami dibiarkan dalam gelombang ketidakpastian. Ayo rangkul, berdiri dan menari bersama dalam gelombang perubahan. Sebuah tarian tak bisa diajarkan dengan kata-kata, Ia perlu praktek, aksi nyata dan keteladanan. Dan di saat-saat seperti ini, sungguh tarian perang yang kita nanti… perang melawan korupsi!  #RenunganToilet #Perangmelawankorupsi #SaveKPK

08/02/2015

PSIKOPAT

PSIKOPAT. Mereka memiliki kepribadian menyenangkan, memesona, cerdas, percaya diri, suka membanyol, juga membual untuk mengesankan mereka sangat baik dan disukai. Tak tampak berbeda dari orang kebanyakan, kecuali kualitas jiwanya. Ada “kehidupan tersembunyi,” namun terang benderang untuk ditutupi. Karena pada dasarnya mereka punya ego yang besar, impulsif, manipulatif, angkuh, narsisis, pemain emosi ulung, tak punya empati, nekat dan spekulatif, tak pernah merasa bersalah, tak menghargai pendapat orang lain, dan piawai menjungkirbalikkan nalar. Mereka menikmati penderitaan orang akibat ulahnya dan tajam mengendus calon korban potensial. Mereka sangat tenang dalam menjalankan perannya, karena banyak orang yang tertawan dan rela mendukungnya. Sayangnya, akhir-akhir ini, gegap gempita dunia politik menjadi panggung sempurna bagi orang-orang macam ini. #RenunganToilet (dicuplik dari tulisan Maria Hartiningsih, Kompas, 4/02/2015, hal.14)

05/02/2015

JALAN SUNYI

JALAN SUNYI. Pada akhirnya, pemimpin itu harus melakoni jalan sunyi, yang penuh kelok rahasia, jalan yang hanya diisi oleh mereka para pencari kebenaran. Jalan ini bukan tentangmu lagi, bukan soal Budi atau Wati, bukan juga soal koalisi, KPK vs POLRI, atau mempertahankan kekuasaan (yang tak sejati) yang gaduh dan hiruk pikuk. INI TENTANG SEBUAH BANGSA YANG TENGAH MEMBANGUN PERADABAN NUSANTARA YANG TERBEBAS DARI KORUPSI. Ayo berikan keteladananmu kepada kami, bahwa kau begitu menjiwai perang badar modern ini. Ayo ambil resiko itu, karena engkau tak sendiri. Ada kami, rakyat yang mendukungmu dengan hati. Kalau kami dikatakan tak jelas, mari kita bersama perjelas, bahwa “TIDAK ADA TOLERANSI UNTUK KORUPSI.” Semoga Tuhan menyertai jalan sunyimu, wahai pemimpin kami. ‪#‎RenunganToilet ‪#‎SaveKPK ‪#‎SaveIndonesia

29/01/2015.

THAIF

THAIF. “Duhai Tuhanku, ku mengadu padaMu akan kelemahan & ketakberdayaanku menghadapi manusia. Wahai Tuhan yang maha Penyayang, Tuhan bagi golongan yang lemah. Kepada siapakah Engkau serahkan aku? Apakah kepada jarak.yang jauh, Engkau arahkan? Atau kepada musuh yang diberikan kuasa untuk menggagalkan urusanku? Aku sungguh tak peduli, asal Engkau tak murka padaku dan pengampunanMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajahMu yang menerangi kegelapan, memperelokkan urusan dunia dan akhirat, serta melindungi aku dari amarah dan murkaMu. Hanya kepada Engkaulah aku pasrahkan diri meraih ridhaMu. Sesungguhnya tiada daya-upaya dan kekuatan melainkan denganMu, ya Allah.” Begitulah penggalan doa Baginda Rasulullah Muhammad SAW saat rebah di bawah pohon kurma dengan sekujur tubuh penuh luka, akibat penolakan kasar warga Thaif terhadap dakwahnya. Darah yg menderas hingga membasahi terompah beliau akibat lemparan batu, membuat malaikat Jibril menyanggupi untuk membalik gunung dan memporakporandakan kota Thaif. Dengan tersenyum Rasulullah menolaknya, seraya berkata, “Aku justru berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.” Begitulah dakwah dengan keteladanan, bukan dengan teror. #‎TragediParis ‪#‎RenunganToilet

10/01/2015

KEPEMIMPINAN

Kualitas kepemimpinan seseorang tampak ketika menghadapi krisis. Ia tak perlu tampil bak superhero, tapi kehadirannya mampu menenangkan orang-orang yang dipimpinnya, menebar simpati bagi yang berduka, memberikan komando dan menyediakan kesempatan orang-orang lain untuk menampilkan kualitas terbaik mereka, sehingga krisis sebesar apapun, bisa menjadi energi mempererat solidaritas nusantara. Sebuah cahaya di awal 2015, selamat datang pemimpin-pemimpin baru Indonesia. ‪#‎RenunganToilet‪ #‎TahunBaru2015

01/01/2015

SORE & HUJAN

“Ayah, airhujan khan suci dan bisa dipake berwudhu, ” kata Afkar (5,5th) barusan saja. Ia lalu menghampiri kucuran airhujan dan dengan bergembira berwudhu. Lalu sholat Ashar. Usai sholat ia tutup dengan alfatihah untuk kakek neneknya dan om tantenya. Sesederhana itulah beragama. Semoga airhujan yang turun, suci lagi mensucikan, membawa hikmah-hikmah langit yang membersihkan hati kita. Amien. ‪#‎RenunganToilet ‪#‎DoaSore ‪#‎Hujan

26/12/2014