Teman Tapi Rahasia

Kalau Ratu mempopulerkan lagu “Teman Tapi Mesra” yang berisi soal pertemanan tapi “menjurus” ke percintaan, maka saya sering menggunakan permainan “Teman Tapi Rahasia” untuk membangun suasana belajar menjadi lebih kondusif. Seperti yang baru-baru ini kami gunakan saat memfasilitasi Shared Learning (SL) VI di Halimun, Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

Permainan ini saya dapatkan saat mengikuti training seni fasilitasi beberapa tahun lalu. Tujuannya adalah untuk membangun suasana pertemanan antar peserta. Maklum, mereka akan terus bersama selama 10 hari dan berasal dari beragam latar belakang. Jadi perlu intervesi dalam membangun relasi antar peserta. Selain itu, seringkali dalam kerja kolaborasi, yang dimaksud pihak sesungguhnya adalah para manusia. Nah, permainan ini sangat membantu memahami orang dalam waktu relatif singkat. 

Dalam fasilitasi kali ini, permainan ini saya kombinasi dengan Appreciative Inquiry (AI) dan MBTI test. MBTI test membantu kita untuk mengenali kepribadian masing-masing peserta. Sedangkan AI membantu kita untuk berfikir dan berenergi positif kepada teman kita.  

Caranya mudah saja. Pertama-pertama mintalah setiap peserta menuliskan namanya dalam secarik kertas. Setelah itu, kertas tersebut digulung lintingan seperti hendak bermain arisan. Lalu kertas lintingan itu dikumpulkan dalam satu wadah. Kemudian setiap peserta diminta mengambil satu kertas. Biarkan ia memeriksa kertas itu: bila bukan namanya, maka peserta dengan nama itu menjadi teman rahasianya. Bila namanya yang terambil, ia harus menukar dengan kertas lain. Begitu seterusnya, sehingga setiap peserta mendapatkan masing-masing 1 orang teman rahasia. 

Selama kegiatan, setiap peserta diminta untuk mengamati hal-hal positif dan terbaik yang bisa diteladani dari teman rahasianya. Dan selama acara setiap peserta diminta untuk selalu mendukung teman rahasianya. Khususnya bila sang teman rahasia melakukan kesalahan atau menunjukkan kelemahannya. Syaratnya cuma 1: tidak boleh ketahuan oleh sang teman rahasianya itu. Di akhir kegiatan, karena akan berpisah, setiap peserta menuliskan surat kepada teman rahasianya itu, berisi hal-hal yang menarik diteladani dari sang teman, hal-hal yang perlu diperbaiki dan beberapa pengalaman unik lainnya.  

Jadilah di akhir acara bermunculan para pujangga dadakan. Ada yang menulis hingga berlembar-lembar surat, ada yang berpuisi, berpantun, berisi doa, copy paste lagu, atau pun sekedar salam perpisahan yang saling menguatkan untuk terus berkomitmen dalam pelestarian lingkungan. Ada peserta yang terharu menerima surat dari kawan rahasianya. Namun ada pula yang semakin mengenal kawan rahasianya semakin ia tak suka dan meminta temannya itu agar lebih pandai mendengar ketimbang berbicara! Bahkan pada sebuah training lain, ada seorang peserta yang sesunggukan menerima surat dari teman rahasianya, ”Baru kali ini saya begitu diperhatikan oleh orang lain dengan sepenuh hati,” isaknya. Kami semua hanya bisa tercenung mendengarnya, maklum selama kegiatan kawan yang satu ini seringkali menunjukkan dirinya sebagai ”trouble maker,” ketimbang peserta yang manis.  

Begitulah prosesi ini. Ada tawa ceria tapi juga keharuan mendengarkan satu persatu surat dibacakan, seolah membangunkan kemanusiaan kita yang selama ini tidur.  Inilah kekuatan permainan ini : mendorong orang belajar sebagai sesama manusia!     

2 thoughts on “Teman Tapi Rahasia

  1. permainan yang menarik.
    kalau saya sering menyebut permainan tersebut “Angel”.
    jadi sang teman rahasia itu adalah sang angel.
    emang menarik sih permainan itu.

    ada permainan lain untuk fasilitasi gak?
    kalau bisa dibagikan saja, jadi kalau ada yang meu fasilitasi bisa mencontoh.

    trima kasih…

    selamat bekerja dan semoga sukses (dalam fasilitasi dan sekolahnya–deuh yang S2–)

  2. What a game To. Kalau temen-temen di PILI (dulu) agak kaget-2 dengan istial AI. Bukan Appreciative Inquiry …tapi Avian Influenza alias Flu Unggas, sama dengan Flu Burung… ha.

    Anyway…kutunggu ulasanmu tentang Teori Social Learning dan kacamatanya Om Albert Bandura.

    Tetap semangat To…

    Faisal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s