“Ramadhan Terakhir”

“Sang Kekasih telah datang! Mari kita sambut Ramadhan denganhati yang bersih, sukacita, dan kecintaan untuk mendekatkan diri pada NYA. Seolah-olah inilah Ramadhan Terakhir kita. Mohon maaf lahir bathin.”

Itu adalah ucapan menyambut Ramadhan yang saya kirimkan ke teman-teman saya via sms. Ini kebiasaan yang sudah saya mulai sejak 5 tahun lalu, sejak saya memanfaatkan teknologi handphone dan sms, untuk meminta maaf di awal Ramadhan. Memohon maaf untuk beribadah di bulan nan suci ini. 

Sudah dua tahun ini saya selalu mengajukan tema dalam ber-Ramadhan. Dan untuk tahun ini saya memilih ”Ramadhan Terakhir” dalam menjalani Ramadhan 1428 H ini. Kalau tahun lalu temanya adalah “30 hari mencari Tuhan” yang diilhami oleh film Nirina Zubir (my favourite actress), 30 hari mencari Cinta.

Awalnya sih tiada pikiran apa-apa ketika melontarkan ide tersebut, seperti tertuang di pesan sms di atas. Namun setelah menjalani satu hari puasa saya kembali merenungi tema itu. Apalagi persis di awal puasa, gempa yang bergelombang turut menyambut di belahan Padang dan Bengkulu, kepanikan dan kesulitan segera terbayang di kepala saya. Gempa berpotensi tsunami menjadi momok yang menakutkan, karena terbayang korban jiwa berjatuhan. Apalagi BMG menyatakan bahwa dalam 2 pekan ke depan gempa susulan akan sering terjadi. Bagi saya yang jauh dari pusat gempa (meski sempat merasakan sedikit getarannya dan membuat panik Kang Agus dan Mas Yayan di pertapaan kami untuk menulis di Ciloto) dan hanya melihat dari televisi dampak dari gempa itu, semakin memperlihatkan betapa kecilnya kita di hadapan semesta ini. Hanya saja pertanyaan berikutnya apakah harus menunggu gempa baru kita menyadari keberadaanNya? 

Saya jadi makin menyadari betapa pentingnya tema ini sebagai satu upaya mencari hikmah terdalam dari Ramadhan. Tema ini mengingatkan saya bahwa kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, dengan berbagai macam cara. Saya jadi teringat sebuah  hadist yang intinya kira-kira, ”beribadahlah kamu seolah-olah kamu mati esok dan berusahalah kamu seolah-olah kamu akan hidup selama 1000 tahun.” Jadi pertanyaan kuncinya adalah apakah yang akan kamu lakukan selama bulan suci ini, bila diketahui bahwa di akhir Ramadhan Tuhan akan menjemputmu?. 

Ini adalah salah satu metode untuk membiasakan kita memiliki orientasi pada tujuan. Covey bahkan menggunakannya dalam membangun motivasi hidup orang. Idenya sederhana: sesuai kebiasaan saat upacara kematian di gereja, biasanya diminta 3 orang untuk berbicara mewakili keluarga inti, teman dekat dan teman kerja. Nah, Covey lalu meminta orang menuliskan apa yang ingin ia dengar dari orang-orang itu.

Ini juga yang kemudian saya ajukan pada diri saya seperti pertanyaan di atas. Pertanyaan ini penting bagi saya, karena selama 28 tahun berpuasa saya merasakan pasang surut. Ibu saya selalu membanggakan saya yang sudah poll puasanya sejak TK, saat dimana teman dan saudara-saudara saya masih berpuasa setengah hari. Saya sendiri merasakan berpuasa begitu bergairah hingga khattam alquran, itu terjadi ketika saat SMA dulu. Namun banyak juga saat-saat berpuasa saya yang nyaris hanya menahan lapar dan haus, bahkan sempat mengalami ”pemberontakan” di saat kuliah dulu, dengan menyengaja membatalkan puasa hanya karena ingin merasakan apa yang terjadi pada diri saya bila saya tidak berpuasa sementara sebagian besar orang di sekitar saya tengah berpuasa. Selain itu, juga sekedar ”mencari perhatian” Tuhan, kalau saya tidak puasa apakah Tuhan tetap memperhatikan saya? Belakangan hal ini menimbulkan kecemasan luar biasa pada saya, selain hidup saya jadi terasa melenceng entah kemana. 

Beruntung 3 tahun terakhir kesempatan menjumpai Ramadhan menjadi lebih reflektif. Saya jadi punya kesempatan untuk lebih ”eling”. Dan upaya ini juga yang ingin saya raih dalam Ramadhan kali ini. Semoga Ramdhan kali ini bukan sekedar menahan lapar dan haus tetapi mampu melejitkan kemanusiaan kita hingga menggapaiNYA. Semoga puasa kita mampu mengangkat derajat kita dari keterpurukan bangsa, menghapus kemiskinan, korupsi dan kesulitan hidup….. semoga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s