THAIF

THAIF. “Duhai Tuhanku, ku mengadu padaMu akan kelemahan & ketakberdayaanku menghadapi manusia. Wahai Tuhan yang maha Penyayang, Tuhan bagi golongan yang lemah. Kepada siapakah Engkau serahkan aku? Apakah kepada jarak.yang jauh, Engkau arahkan? Atau kepada musuh yang diberikan kuasa untuk menggagalkan urusanku? Aku sungguh tak peduli, asal Engkau tak murka padaku dan pengampunanMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajahMu yang menerangi kegelapan, memperelokkan urusan dunia dan akhirat, serta melindungi aku dari amarah dan murkaMu. Hanya kepada Engkaulah aku pasrahkan diri meraih ridhaMu. Sesungguhnya tiada daya-upaya dan kekuatan melainkan denganMu, ya Allah.” Begitulah penggalan doa Baginda Rasulullah Muhammad SAW saat rebah di bawah pohon kurma dengan sekujur tubuh penuh luka, akibat penolakan kasar warga Thaif terhadap dakwahnya. Darah yg menderas hingga membasahi terompah beliau akibat lemparan batu, membuat malaikat Jibril menyanggupi untuk membalik gunung dan memporakporandakan kota Thaif. Dengan tersenyum Rasulullah menolaknya, seraya berkata, “Aku justru berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.” Begitulah dakwah dengan keteladanan, bukan dengan teror. #‎TragediParis ‪#‎RenunganToilet

10/01/2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s